Planet IF2005

September 03, 2010

[13505100] Husein Azmi El Firdausi

uang seribu dan seratus ribu

saya mendapatkan cerita ini dari papa kemarin malam. mungkin ada diantara kamu yang sudah pernah mendengar ceritanya, tapi tidak apa-apa. namanya penceritaan kembali, besar kemungkinan tidak sama dengan cerita aslinya, tapi karena saya juga dipanggil sebagai si tampan dari barat, maka tidak apa-apa. tanpa berbual-bual lagi, mari kita mulai saja cerita ini, judulnya: uang seribu dan seratus ribu.

pada suatu hari, dicetaklah uang seribu dan seratus ribu. mereka sudah menganggap satu sama lain sebagai saudara kembar, karena mereka dilahirkan pada waktu yang bersamaan. mereka sangat dekat dan akrab, hingga tibalah saat perpisahan yaitu ketika mereka harus diedarkan ke masyarakat.

6 (enam) bulan kemudian, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan istri dari seorang pengusaha. maka mereka pun melepas rindu..

e, ih, seribu, badan kamu kok jadi begitu, lecek, kumal, lusuh, bau, dan pudar.. apakah yang telah terjadi padamu? aku tak suka kamu begitu..
bgini seratus ribu, semenjak diedarkan dulu, aku berpindah-pindah dari tukang ikan, abang becak, mamang angkot, mbok jamu, dan lain-lain. sampai tadi ibu ini membeli sayur bayam seikat dengan harga 4000, dia bayar dengan uang 5000, didapatlah aku sebagai kembaliannya.
hoo.. begitu..
kamu sendiri, kok kamu masih wangi, rapi, necis dan tampan sama seperti waktu lahir dulu, seratus ribu?
oh, tentu saja, karena aku berpindah-pindah di kalangan pejabat, hotel bintang lima, restoran mewah, anggota dpr yang ga tau malu yang hanya memikirkan kesenangan sendiri dan melupakan neraca sang pencipta, sampai ke pengusaha yang memberikan uang belanja untuk istrinya ini. itu semuanya full ac looh.. aku jadi kasian sama kamu..
halah, full ac, kaya bus antar kota aja.. aku tidak apa-apa kok, walaupun begini, aku tetap bahagia dan senang dengan hidupku..
ohya? kenapa..
iyaa, karena selain berpindah-pindah di tangan rakyat jelata, aku juga sering bersilaturahmi dengan rekan-rekanku sesama uang seribu di celengan masjid.. kami berkumpul beramai-ramai disana dan aku ga pernah tuh melihat rekan-rekan kamu di sana..

yaah, begitulah cerita uang seribu dan uang seratus ribu. sering kita merasa berat menyumbangkan uang sepuluh ribu ke mesjid, tapi sangat ringan mengeluarkannya untuk membeli pizza hut, kfc atau mc donald. cari dulu uang seribu atau dua ribu, kalau ada, baru disumbangkan. :(

sekarang sudah 24 ramadhan. bila kita tidak mampu lagi meningkatkan ibadah kita karena halangan fisik, misal mau teraweh dan memperbanyak sholat sunah tapi betis sudah parises, mau ngaji tapi matapun sudah rabun. maka tingkatkanlah dari segi jumlah sedekah kita. jika biasanya ga pernah nyumbang ke mesjid lebih dari rp8900, maka cobalah sekarang sumbang 9000. kalau tidak bisa juga karena keuangan sedang sekarat, maka carilah ibadah-ibadah lain yang bisa anda tingkatkan sebanyak-banyaknya. minimal anda mengajak orang untuk meningkatkan ibadahnya dengan cara menyuruh mereka membaca blog saya ini, ehe. :lol:

akhirnya, bagi teman-teman yang sudah mulai sibuk menyiapkan kue kering, hati-hati jangan sampai gosong. bagi yang sedang mau beli baju, jangan kalap sampai menjual tanah leluhur. bagi yang akan mudik, berhati-hatilah di jalan..


by uchenk at September 03, 2010 08:25 AM

[13505017] Winda Winanti

looklet: the holy ramadhan

it’s ramadhan guys, why don’t we try to make a look in ramadhan theme? trust me, it’s great.. hehe.. i’ve made one look based on ramadhan theme.. this is it!

model head-to-toe:

SCARF Looklet
TUNIC Johnny Was
JEANS Day Birger et Mikkelsen
WEDGES Bottega Veneta

kisses!
windawinanti


by windawinanti at September 03, 2010 07:58 AM

September 02, 2010

[13505017] Winda Winanti

looklet: boyfriend’s cut

model head-to-toe:

SUNGLASSES Van Deurs
SHOULDERBAG Marc by Marc Jacob
LEATHER JACKET Volcom
NECKLACE Kara Ross
BELT Vintage
JEANS Killah
TANK TOP  5Preview
TANK TOP Mads Norgaard
HEELS Givenchy

kisses!
windawinanti


by windawinanti at September 02, 2010 09:55 AM

looklet: short trip

at the train station, model head-to-toe:

HEAD BAND LoopieLove
SCARF Pepe Jeans
SHOULDERBAG Urban Outfitters
SHOULDERBAG Puma
LEATHER JACKET Volcom
RING Vintage
TANK TOP Wrangler
SHORTS Zara
BOOTS Michael Klein for La Redoute
TIGHTS Vogue

kisses!
windawinanti


by windawinanti at September 02, 2010 09:45 AM

August 31, 2010

[13505030] Prasetyo Andy Wicaksono

Klimaveränderung

Klimaveränderung wird noch von Wissenschaftlern heftig diskutiert, dass sich das Klima heutzutage verändert hat. Die Temperatur der Erde ist gestiegen und in der Zukunft wird sie wieder höher als jetzt sein. Diese Phänomen heisst Treibhauseffekt. Treibhauseffekt wird zu einer Globalerwärmung führen, das heisst die Klima wird extremer sein. Deshalb wird es jetzt diskutiert, wie man Klimakatastrophen am besten verhindern kann.

Das Schaubild mit dem Titel „Klima-Veränderung und Hochwasser“ zeigt uns, wie die Klimaerwärmung die Überschwemmungen verursachen kann. Anhand des Bildes kann man feststellen, dass höhere Temperatur erst das Seewasser erwörmen wird. Wärmere Luft wird stärkere Verdünstung zur Folge haben. Das verdünstete Wasser wird in der Luft abgekuhlt und als Wolken verwandeln, danach transformieren diese Wolke in Regnen. Es wird dann stärkeren Regen geben, weil es mehr Wasserdampf in der Luft gibt. Stärkeren Regen führt zu einem Hochwasser.

Das Schaubild stellt uns eine Frage dar, wie man die Klimakatastrophe verhindern kann. Man findet, dass die hohe Zahl der CO2 in der Atmosphäre wegen der Pollution eine große Rolle spielt. Aus diesem Grund stellt man sich eine weitere Frage, ob man einen persönlichen Beitrag leisten soll, zum Beispiel durch CO2-Steuer. In der Diskussion wird zwei Meinungen vertreten. Die Befürworter glauben, dass alle Menschen dazu persönlichen Beitrag leisten müssen. Sie denken, dass alle lebenden Leute für die Umweltverschmutzung verantworlich sind. Diese Maßnahme wird auch die Aufmerksamkeit erwecken, sodass die Leute die Umwelt schützen möchten. Im Gegensatz dazu hat diese Meinung auch Nachteile. Die Beitragsleistung hat keine direkt Effekt zu den Verursachern, wenn alle Leute die gleiche Typ des Beitrags leisten müssen. Deshalb stehen die Gegner dieser Idee von dem Befürwortern auf dem Standpunkt, dass der Beitrag nur von der wirklicher Umweltsünder geleistet wird, in dem sie hohe Steuer zahlen müssen. Die Vorteile dieser Meinung ist, dass die Verursacher, z.B. die Industrieanlagen, die Leute, die eine Wagen mit hohen Emission haben; unbedingt dafür verantwortlich sein müssen. Außerdem wird der Beitrag als eine Risiko angesehen, das heisst, die wirklichen Verursacher müssen unserer Umwelt die Kompensation geben. Aus den genannten Gründen bin ich der Meinung, dass nur die Verursacher die Kompensation entgegennehmen. Darüber hinaus soll die Regierung die Summe des Beitrags wägen und er ist von der Zahl der angelegten Pollution oder Emission abhängig.

In meinem Heimatland Indonesien sieht die Situation so aus, dass das Klima hier extremer ist. Jährlich gibt es viele schwere Überschwemmungen und wenn die Trockenzeit kommt, dann werden die Böden sehr trocken. Es gibt kein Wasser mehr am See. Die Indonesische-Regierung führt den Beitrag noch nicht. Hier gibt es viele Brandrodung, um eine Landwirtschaft gewinnen zu können. Hinzu kommt bauen viele Leute Ferienhaus in den Gebirgen, aber sie denken nicht an das Risiko der Zerstörung, dass das Gebirge kann den Regen speichern können, sodass der Regen nicht direkt zu den Flüssen fliessen und zu einem Hochwasser führen.

This writing was my TestDaF writing section exercise :)


by paw at August 31, 2010 04:45 AM

August 30, 2010

[13505047] Reisha Humaira

ミナンカバウの踊り (Minangkabau Dance)

During my first spring semester in Waseda University, I took several Japanese class. Yeah, but please don’t think that I have good ability in Japanese now. It’s still very very poor.

In one subject, named Me: Japanese Style 1 (日本語で語るわたしレベル1), we were required to make some writings (作文). The topics were about self introduction (自己紹介), hobby (趣味), experience in your country (国の経験), and your comment about the class (このクラスはどうですか?).

Here, I want to post my writing about the experience in my country, Indonesia. Indonesia couldn’t be told only in one writing. Then I choose cultural theme. Since I’m Minangkabau people, and I only know much about Minangkabau, so I wrote about Minangkabau. Again, Minangkabau is too large to write in one writing. Therefore, I wrote about the dance, since it’s one of my interest.

What I wrote in that writing was related to my experience in Unit Kesenian Minangkabau. It couldn’t explain Minangkabau dance in detail, but I’m sure that it could introduce part of Indonesian culture. I was so happy that at the end of the semester I could show them the video of Tari Piring. :)

(I post the screenshot of my writing since WordPress doesn’t support Furigana. If I post it using Kanji, I was afraid several people couldn’t read them, including me, hihi… Click the image to enlarge. And please let me know if you need translation :P )

Page 1

Page 2

Page 3


by reiSHA at August 30, 2010 07:36 AM

[13505100] Husein Azmi El Firdausi

melepas masa jalang

saya sedang duduk di kursi mobil sebuah travel dalam perjalanan dari bandung ke bandara soekarno-hatta pagi itu. suasana hati saya sedang galau, pilu dan tidak menentu. saat mobil memasuki jalan tol dalam kota jakarta, perasaan saya menjadi semakin gelap, hampa, tanpa rupa, tanpa suara. saya memandangi gedung-gedung tinggi di luar sana, yang berjendela biru besar-besar tapi sepertinya tidak bisa dibuka. sesekali saya juga melirik beberapa penumpang lain di mobil ini, yang bergaya rambut sama, seperti milik vokalis band repvblik.

ya sudahlah. daripada memelihara perasaan luka. lebih baik saya mencoba merangkai kata-kata. siapa tau bisa dibagi-bagi, bermanfaat untuk negri. serta mengurangi gusar di hati.

jalang. bisa dilihat dalam kbbi, jalang dilafalkan ja·lang, artinya: 1 tidak dipelihara orang (tt binatang); liar: di daerah itu masih terdapat kerbau –; 2 nakal (tt perbuatan yg melanggar susila): perempuan — , pelacur; men·ja·lang v menjadi liar; membuas; ke·ja·lang·an n keliaran; kebuasan. saya anggap saja jalang artinya nakal, seperti anak nakal.

tanpa terasa, bulan ramadhan sudah memasuki 10 hari yang terakhir, padahal masih banyak target yang belum tercapai, padahal saya ingin melepas kejalangan saya setelah ramadhan ini selesai nanti. mudah2an masih bisa, amiin. karena waktunya sudah bnyk yg terbuang, perlu dilakukan peninjauan kembali visi dan misi.

kemudian saya teringat dengan nasihat dari bang ucok (saya lupa nama asli beliau siapa), ceo-nya chevron pacific indonesia yang merupakan senior saya di kampus. katanya, kalau target itu, buatlah yang affordable yet challenging. ketahui sedang dimana kita sekarang, kemana kita mau pergi, dan bagaimana cara pergi kesana (misal, dgn kendaraan apa, bawa apa saja, jalur mana, dll). semoga dgn cara itu, target yg akan dibuat menjadi semakin jelas, berikut cara2 mencapainya.

diketik di pekanbaru, masih dalam keadaan sedih, karena banyak hal.
dan langit pun mendung.
now playing: mew – comforting sounds.

by uchenk at August 30, 2010 03:41 AM

August 29, 2010

[13505030] Prasetyo Andy Wicaksono

Keluh Kesah Seorang Newbie

Akhir-akhir ini saya mencurahkan waktu luang saya untuk mencari bahan-bahan belajar untuk mendevelop aplikasi mobile. Saat ini seperti kita ketahui makin banyak pengguna smartphone, dan nowadays using mobile phone is beyond making or answering phone call. Makin banyak hal yang bisa dilakukan dengan telepon genggam kita, oleh karena itu karena saya juga sudah menyelam di lautan kode bidang informatika dan turunannya, saya pun tertarik untuk menyelami lebih ke palung bernama Mobile Application development.

Tujuan awal untuk menggenjot motivasi ini cuma satu: Bagaimana Saya Bisa Membuat Twitter Client. Saya mengakui saya tertarik dengan social media dan segala teman-temannya, bagaimana internet bisa membuat manusia berinteraksi dengan manusia lain, membuat jarak fisik menjadi lenyap dan digantikan jarak mata ke layar, layar ke mata. Saya gabungkan interest saya ini ke sebuah target yang akan saya capai.

Ada pepatah mengatakan, beda ladang beda pula belalangnya. Jika diterjemahkan ke konteks ini, beda operating system, beda pula arsitekturnya, beda pula komunitasnya. Walaupun berbeda-beda tetep satu jua, bhinneka tunggal ika. *lho*.

Sudah berbulan-bulan lamanya saya tidak makan saya tidak coding —  istilah yang tak asing lagi di lingkungan kami, yang kurang lebih berarti mengkodekan aplikasi menggunakan perkakas-perkakas sehingga aplikasi dapat dijalankan di komputer dan turunannya — Setelah itu saya juga belum pernah mengembangkan sebuah aplikasi yang berjalan di telepon genggam, juga saya belum pernah membuat twitter client. Tentunya saya butuh belajar.

Saya awali dengan membuat desktop based twitter client, menggunakan java, satu-satunya salah satu bahasa pemrograman yang mau tak mau saya gemari. Berhasil lah sebuah client cupu yang setidaknya bisa melihat timeline dan membuat tweet baru. Setelah itu saya mencoba mempelajari dulu bagaimana saya bisa membuat twitter client di dua OS: blackberry dan android. Mengapa? Pertama, saya pemakai blackberry. Dan kedua, saya mau punya handheld android. As simply as that. Haha

Saya mulai dulu membuat program HelloWorld di blackberry dan android, dan menyicipi beberapa modul tutorial awal, dari sini terlihat betapa sulitnya mencari bahan belajar membuat twitter client di blackberry, ketimbang di android. Ibarat kata, saya hanya membutuhkan satu query google untuk mendapatkan yang saya mau untuk android, sedangkan untuk blackberry, saya butuh sekitar lima keyword untuk mendapatkan yang saya mau, itu pun belum optimal.

Sekarang akhirnya saya coba mempelajari dulu untuk android, sukur-sukur prinsip yang saya pelajari bisa diterapkan untuk membuat aplikasinya di blackberry. Semoga berhasil :D

PS: ada yang pernah develop twitter client di BlackBerry? Ada website link yang bisa mencerahkan jalan saya yang redup? hehe


by paw at August 29, 2010 07:48 AM

Docs.com, cara share dokumen a la Microsoft

Siapa yang tak kenal GoogleDocs? GoogleDocs adalah sebuah portal pembuatan dan share dokumen online. Jadi misalkan begini, kita dapat menggunakan word processor, spreadsheet, presentation, forms dan drawings yang didevelop oleh Google. Selain itu kita dapat share dokumen yang telah kita buat kepada pengguna lain, lewat share links. Kita dapat “mengundang” user lain untuk melihat dokumen yang kita buat dan lalu kita berikan privilege misalkan mengedit dokumen tersebut.

Microsoft pun ikut terjun ke lahan online document editor ini. Docs.com adalah alamat online document editornya. Di satu sisi docs bisa menang dari betapa familiarnya kita dengan aplikasi microsoft office. Terlebih, docs.com mengasosiasikan dirinya dengan facebook, sehingga kita dapat share dokumen yang kita buat via facebook. Dibangun dengan engine microsoft office 2010 membuat layanan yang ditawarkan menjadi lebih komprehensif dan terkini. Selain itu kita dapat mengunggah berkas dokumen yang kita buat menggunakan microsoft office konvensional, dan share kepada teman-teman kita.

Tentunya layanan ini gratis, berbeda dengan microsoft office konvensional yang berbayar :P


by paw at August 29, 2010 07:15 AM

August 28, 2010

[13505032] Lovinta Happy Atrinawati

Super Banyak Alasan untuk Jadi Pendidik (Guru/Dosen)

Pada tulisan kali ini, saya akan berbagi alasan-alasan yang membuat saya ingin menjadi guru/dosen.

Berbagi ilmu

Berbagi ilmu itu sangat-sangat istimewa. Ketika kita berbagi sesuatu hal yang bersifat materi, maka materi tersebut bisa saja habis dibagikan. Tetapi jika kita berbagi ilmu, ilmu tersebut tidak akan pernah habis, malah akan semakin banyak. Dan hebatnya ilmu tersebut akan bertambah secara exponensial. Misalnya, saya berbagi ilmu ke dua orang, lalu dua orang tersebut berbagi ke masing-masing dua orang, selanjutnya enam orang tersebut berbagi lagi ke orang lainnya, dan seterusnya. Bisa dibayangkan kan istimewanya ilmu.. Subhanallah kan?!

Salah Satu Sarana untuk Berdakwah di Jalan Allah

Menjadi pendidik merupakan kesempatan bagi kita untuk menyampaikan kebenaran dan berdakwah di jalan Allah SWT

Sampaikanlah kebaikan itu, walaupun hanya satu ayat (Al-hadist).

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada
yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara
mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
QS.Ali-Imran [3] : 110


Salah Satu Sarana untuk Membantu Sesama

Menjadi pendidik juga merupakan salah satu sarana untuk membantu sesama, bagaimana dengan ilmu yang kita miliki dapat dibagi kepada orang lain dan membuat kehidupan mereka menuju arah yang lebih baik.

Beliau Saw. bersabda, “Sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat untuk manusia.”HR. ath-Thabrani

Beliau Saw. Bersabda, “Manusia yang paling dicintai Allah Swt. adalah yang paling bermanfaat untuk manusia.”HR. ath-Thabrani

Pahala yang Terus Mengalir

Selama ilmu yang dibagi digunakan dan bermanfaat bagi orang lain, maka Insya Allah pahala dan kebaikan akan terus mengalir untuk kita.

“Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapat pahala seperti pahala mereka yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka (yang mengikutinya) sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapat dosa seperti dosa mereka yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka (yang mengikutinya) sedikit pun.” HR. Muslim

Always feel fulfilled and content

Ntahlah kalo yang satu ini dirasakan oleh yang lain. Tapi ketika saya berbagi dengan orang lain atau membantu orang lain, saya merasa puas dan senang. Rasa puas ketika kita dapat membantu orang lain itulah yang tidak dapat tergantikan.. :D

Salah Satu Sarana untuk Membangun Bangsa

Kunci kemajuan suatu bangsa terletak pada pendidikan. (Fukuzawa Yukichi. Bapak Pendidikan Modern Jepang)

Maka bagi Anda yang ingin turut berpartisipasi untuk membangun bangsa, jadilah pendidik.

Motivasi untuk Selalu Belajar dan Memperbaiki Diri

Melihat peserta didik yang bersemangat belajar akan menjadi motivasi kita untuk selalu memberikan yang terbaik untuk mereka.Selain itu, menjadi pendidik berarti kita akan menjadi seorang panutan dan teladan bagi orang lain.Hal ini akan mendorong kita untuk selalu memperbaiki diri, selalu belajar, selalu mencari hal baru agar dapat berbagi kepada orang lain.

Punya Cukup Waktu di Rumah dan Tetap Memaksimalkan Potensi Kita Agar Bermanfaat Bagi Orang Lain

Nah, ini sebenarnya alasan yang agak pribadi bagi saya namun memberikan motivasi yang cukup kuat bagi saya untuk menjadi pendidik.

Sebagai perempuan, saya mengerti bahwa kodrat saya adalah untuk mengurus keluarga. Di Indonesia, paradigma bahwa seorang ibu harus berada di rumah masih cukup kuat. Sebagai seorang anak yang mempunyai ibu yang bekerja di luar rumah, membuat saya juga ingin menjadi ibu rumah tangga. Tetapi, kondisinya adalah, saya mempunyai seorang adik yang saat ini masih SD dan kedua orang tua saya sudah hampir mencapai umur pensiun. Lalu siapa yang akan membiayai pendidikan adik saya jika kedua orang tua saya sudah pensiun? Tentunya saya mempunyai kewajiban sebagai seorang kakak untuk memastikan adik saya mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan, minimal hingga S1. Hal ini yang membuat saya berpikir, kira-kira profesi apa yang saya sukai, memiliki penghasilan, namun tetap mempunyai banyak waktu untuk keluarga. Dan profesi pendidik memenuhi semua syarat tersebut.

Jika Anda menjadi guru, maka Anda akan memiliki jam kerja yang sama dengan waktu sekolah anak Anda. Jika Anda menjadi dosen, maka Anda bebas mengatur jam kerja Anda agar tetap memiliki cukup waktu untuk keluarga. Dan enaknya lagi, ketika anak Anda libur sekolah, pekerjaan Anda juga libur. Anda tidak perlu repot-repot menyesuaikan jadwal cuti agar bisa liburan dengan keluarga.

Salah Satu Sarana Belajar Mendidik Anak

Sebelum nantinya Anda akan mempunyai dan mendidik anak Anda sendiri, Anda dapat belajar mendidik anak-anak lain. Anda akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam menghadapi peserta didik, dimana dibutuhkan strategi khusus untuk menghadapinya. Pengalaman ini tentunya akan sangat berharga untuk mendidik anak dalam keluarga. Di samping itu, jika Anda memiliki profesi sebagai pendidik, Anda akan aware terhadap trend, tantangan, ancaman yang sedang terjadi di dunia peserta didik. Sehingga Anda dapat mempersiapkan anak Anda untuk menghadapi hal tersebut.

Awet Muda

Katanya sih, karena banyak berinteraksi dengan siswa atau mahasiswa yang lebih muda, pendidik bisa ikutan awet muda. Hehe..

Beberapa alasan di atas sebenarnya lebih fokus ke profesi guru atau dosen. Masih banyak sebenarnya manfaat lain dengan menjadi pendidik. Pada intinya, saya melihat posisi seorang pendidik itu adalah posisi yang sangat strategis. Anda bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, keluarga, orang sekitar, dan bangsa. Banyak hal yang bisa Anda dapatkan dengan menjadi pendidik.  Namun memang sayangnya profesi ini masih belum cukup dihargai di negeri ini. Padahal, ga bisa dibayangkan apa jadinya negeri ini tanpa pendidik. Jadi pendidik juga ga boleh dan ga bisa setengah-setengah. Harus memantapkan niat, dijalankan dengan sepenuh hati dan semangat yang tinggi. Do it with passion! Jadi, untuk Anda yang masih ragu-ragu mau jadi pendidik atau ngga, segera mantapkan niat Anda karena ada super banyak manfaat yang akan Anda dapatkan dengan menjadi pendidik.

Tulisan ini saya tulis untuk teman saya ghifar, inay dan bayu yang sedang dan akan segera menjalani profesi yang mulia. Semangat ya kawan. Anda akan segera menjalani sebuah profesi yang Insya Allah akan selalu dikelilingi dengan kebaikan. Semoga Allah memudahkan jalan kalian. Doakan saya segera menyusul ya.. Hehe..


by v i n t a at August 28, 2010 09:07 PM

August 27, 2010

[13505032] Lovinta Happy Atrinawati

My Chrome Extensions

Dulu, saya menggunakan firefox sebagai default browser di komputer saya. Firefox lebih ringan dan lebih cepat dibandingkan dengan IE. Selain itu, add ons-nya firefox juga bermacam-macam variasinya dan sangat membantu dalam kebutuhan browsing di internet. Saya menggunakan DownThemAll untuk download manager, AutoPager untuk membaca manga, dan FireShot untuk meng-capture halaman yang sedang dibaca. Rasanya tiga add ons itu yang paling sering saya gunakan.

Kemudian Google merilis Chrome. Google meng-claim bahwa Chrome browser yang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari firefox. Akhirnya saya coba deh pake Google Chrome. Dan ternyata memang lebih cepat. Tampilannya yang sederhana membuat saya akhirnya memilih Chrome sebagai default browser. Namun, ketika memakai Chrome saya merasa kehilangan add ons yang biasa saya pakai di Firefox. Akhirnya, untuk keperluan tertentu seperti membaca manga atau mendownload file dengan size besar, saya masih menggunakan Firefox. Hal ini sangat merepotkan karena terkadang saya membuka dua browser secara bersamaan.

Tapi, tidak lama kemudian, Google akhirnya merilis Chrome extensions. Mirip seperti add ons Firefox, Chrome Extensions ini dapat didownload dan diinstall untuk melengkapi fitur-fitur Chrome. It’s like a dream come true (berlebihan banget deh hehe). Sekarang Chrome saya sudah dilengkapi dengan extensions yang ciamik. Extensions yang saya gunakan adalah

Proxy Switchy!

Proxy Switchy memudahkan pengguna dalam berpindah pengaturan proxy. Extension ini dapat menyimpan beberapa pengaturan proxy. Sekarang ketika saya di ITB, saya tinggal meng-klik tombol proxy switchy ini untuk berpindah pengaturan proxy.

Awesome Screenshot

Kalau di firefox ada fireshot, nah di chrome ada awesome screenshot. Awesome screenshot menyediakan fitur untuk mengambil screenshot halaman web, baik seluruhnya atau hanya seukuran screen saja. Kelebihannya dari fireshot, awesome screenshot memiliki fitur untuk mengupload langsung gambar yang di-capture. Sehingga ketika kita ingin memasang gambar tersebut di halaman web, cukup copy link dari extension ini.

VerticalTabs

Ketika tab yang dibuka di Chrome sudah terlalu banyak, kita sudah tidak bisa lagi melihat judul halaman web di tab. Bahkan iconnya saja tidak terlihat. Buat Anda yang suka membuka banyak tab sekaligus, VerticalTabs memungkinkan Anda untuk berpindah tab dengan mudah di chrome karena tab ditampilkan secara vertikal.

Session Manager

Extension ini akan menyimpan seluruh tab yang sedang Anda buka pada browser Chrome. Jika Anda ingin membuka kembali session tersebut, tinggal klik pada icon extension, kemudian pilih session yang diinginkan. Extension ini sangat membantu jika Anda sedang melakukan eksplorasi di internet.

Fastest Chrome

Nah, extension ini yang membantu saya untuk membaca manga atau postingan di tumblr. Pengguna Chrome tidak perlu repot-repot untuk meng-klik tombol “Next Page” karena Fastest Chrome secara otomatis akan menampilkan halaman berikutnya pada browser.

Sayangnya belum ada extension download manager untuk browser Chrome seperti DownThemAll pada Firefox. Download manager yang ada pada chrome sekarang kurang reliable (menurut saya). Jika nanti sudah ada extension untuk download manager pada Chrome, lengkap sudah browser favorit saya ini. :D

Anyway, pada waktu saya browsing saya menemukan extension unik ini.

Nothing by Nobody

Hehe.. Ada-ada aja deh.. :D


by v i n t a at August 27, 2010 01:03 PM

August 24, 2010

[13505047] Reisha Humaira

Berbuat dengan Hati

Beberapa hari lalu saya baca tulisan dari amisu teman saya, dan saya nyatakan bahwa saya 100% setuju dengan kalimat pertama yang dilontarkan! (halah, nadanya lebay gini :P ) Begitulah, belakangan Google Reader saya sepi dari update-an blog-blog yang sudah saya subscribe sejak tahun 2007. Jadi kangen masa-masa tahun 2007-2008 itu. Pas blogging lagi booming. Orang-orang berbondong-bondong membuat blog, menuangkan isi pikiran mereka ke dalam tulisan, blogwalking ke blog orang lain, dan menuliskan komentar jika dirasa perlu. Sekarang orang lebih doyan jadi aktivis di Facebook, Twitter, Plurk, dkk ketimbang blog.

Eh, bukan tentang meredupnya dunia blogging dink yang mau saya tulis tadi Mari kembali ke jalan yang lurus. Yak, lanjuuut…

Hari berikutnya ada tulisan baru dari teman saya. Tidak terima disebut suaminya hiatus dari dunia blogging, dia pun menulis. Coba baca deh tulisannya. Bagus banget. Bikin terharu. Huhu. Selalu terharu dan terperangah so swiiit kalau baca tulisannya. Tulisan yang bagus itu, menyentuh hati pembaca, menurut hemat saya tentulah tulisan yang ditulisnya juga dengan hati.

Lalu saya jadi teringat blog saya sendiri, yang belakangan juga jarang di-update, yang turut berkontribusi pada sepinya Google Reader orang-orang yang men-subscribe blog saya (GR banget ya banyak yang subscribe, hihi). Kenapa saya jadi jarang menulis? Alasan utama sih ya itu, malas tingkat tinggi. Alasan lain ya itu, belakangan susah menulis dengan hati.

Kadang saya suka nostalgia, membaca tulisan-tulisan lama saya. Saya bisa merasakan sendiri bedanya aura tulisan yang dulu saya tulis dengan hati, dengan penuh semangat, niat banget, dan perasaan sejenisnya. Saya bandingkan dengan beberapa tulisan saya terakhir yang buat saya, hanya sekedar update, daripada nggak sama sekali. Auranya beda. Entah pembaca sekalian mengerti bedanya aura yang saya maksud atau tidak, hehe.

Mungkin contoh gampangnya, tulisan saya yang terkait beasiswa Monbukagakusho itu. Itu benar-benar tulisan dengan hati. Begitu menerima komentar “mbak, tulisannya bagus banget, inspiratif”, tak ada kata lain yang bisa saya ucapkan selain alhamdulillah diiringi sebuah senyuman. Saya ingin menulis seperti itu lagi, dengan hati, bukan seadanya. Tapi kok rasanya susah, huhu…

Itu tentang menulis. Judul postingan ini memang saya perluas lagi, tidak hanya menulis. Karena hal apapun itu, kalau dilakukan dengan hati, hasilnya pasti lebih baik. Ada yang  tidak setuju?

Hidup di Jepang, di mana makanan halal tidak bisa dengan mudah didapat, membuat saya hampir setiap hari memasak. Saat memasak dengan hati, makanan saya enak. Saat luar biasa malasnya memasak, namun saya paksakan masak, hasilnya ancur.

Belajar dengan hati, membuat belajar jadi menyenangkan, tidak cepat puas, dan selalu bersemangat. Belajar tanpa hati? Ga usah ditanya. Buku bisa jadi obat ngantuk yang paling mujarab malah (saya banget, huhuhu).

Berdoa dengan hati, terasa sekali bagaimana kita menundukkan diri di hadapanNya, memohon dengan sangat kepadaNya supaya doa kita dikabulkan. Berdoa tanpa hati? Mungkin cuma sebatas refleks melafadzkan kalimat doa yang sudah dihapal dari kecil. (evaluasi diri, hiks)

Daaaaan, barusan saya baca tulisan baru dari teman saya yang lain, kuncinya shalat khusyu juga ada di hati. Hiks. Ya Allah, ampuni hambaMu ini :(

Sudah dari lama saya menyadari teori “berbuat dengan hati” ini. Tapi dalam praktiknya, rasanya susah banget. Huhuhu. Yosh, harus jadi pribadi yang lebih baik lagi. がんばりましょう.


by reiSHA at August 24, 2010 02:23 PM

August 23, 2010

[13505075] Anis Kamilah

Tulisan Pertama Untukmu

Sebenarnya dari awal kemunculanmu Bunda udah pengen nulis, tapi baru baru kesampaian sekarang, maaf ya Nak :P . Apalagi baru-baru ini ayah nulis kalau Bunda mulai hiatus dari dunia blog XD, ah sungguh tak bisa diterima…. hehehe.

Maret, hari itu adalah hari-hari yang cukup hectic bagi Bunda. Ya, karena hari itu adalah tenggat waktu pengumpulan persyaratan wisuda Bunda. Tapi tampaknya bukan hanya karena kelulusan Bunda yang membuat Bunda bisa tersenyum sepanjang hari. Bukan juga karena pelangi yang tiba-tiba menghiasi langit Bandung yang kala itu cerah. Ya, itu karena pagi-pagi buta Bunda mendapati dua garis pada testpack yang iseng-iseng Bunda beli. Bunda pikir… subhanallah cerdas sekali kamu Nak, memilih waktu kehadiran saat Bunda sudah lulus dan Ayah sudah mulai mendapat pekerjaan di Indonesia.

Trisemester pertama, waktu yang sering dikhawatirkan karena memang cukup rawan. Bunda baca dan dengar kebanyakan keguguran terjadi pada masa ini. Tapi Alhamdulillah meski kamu dibawa gonjang-ganjing naik motor berkeliling Jabodetabek demi pencarian tempat tinggal, kamu tetap sehat. Selain itu Bunda juga bersyukur betapa kamu tidak rewel hingga Bunda tidak mengalami morning sick, mual-mual berlebihan, atau ngidam yang aneh-aneh. Ah sekali lagi subhanallah, kamu cerdas ya Nak….

Layar hitam putih (yang sebenarnya tak Bunda pahami :D ) adalah media pertama Bunda melihatmu. Dokter bilang jantungmu sudah terbentuk dan sudah berfungsi dengan baik. Takjub, mungkin kata itu juga tak cukup mendefinisikan perasaan Bunda. Ah betapa Allah Maha Kuasa ya Nak, tak akan pernah habis dikaji bagaimana proses kehidupan terbentuk, bagaimana rahim bisa menjadi tempat ideal untuk tumbuh dan berkembang, dan itu terjadi dalam tubuh Bunda!! Bukankah itu hal yang paling mengagumkan yang bisa dirasai oleh wanita…

Di awal trisemester kedua, Bunda sempat menangis semalaman karena bercak darah yang muncul. Bunda kira Bunda kehilangan kamu Nak, tapi esoknya dokter memastikan kalau kamu baik-baik saja. Alhamdulillah rasanya luar biasa lega. Dan di akhir trisemester kedua ini Bunda mulai bisa merasai gerakan-gerakan kecil yang kamu lakukan. Subhanallah, rasanya lucu, geli yang aneh :P . Setelah Bunda melakukan percobaan kecil, Bunda bersumsi kamu bergerak lebih aktif jika diperdengarkan bacaan Qur’an dan beberapa lagu klasik, atau jika Bunda mengajakmu ngobrol. Dan anehnya kamu bergerak cukup aktif seringkali di malam hari… hmm Bunda nggak keseringan ngajak kamu begadang kan Nak?

Oh ya, awalnya Ayah dan Bunda pikir kamu bergender perempuan, ternyata dokter bilang “burung”mu sudah terlihat, hihihi. Padahal sudah ada beberapa perbincangan antara Ayah dan Bunda tentang kemungkinan nama dan benda-benda yang ingin dibeli nanti kalau kamu perempuan. Yak kami harus mulai perdebatan baru kalau gitu :P .

Sekarang awal trisemester ketiga, rasanya Bunda udah kangen pingin ketemu. Ada kebahagiaan tersendiri saat melihatmu lewat layar hitam putih setiap kali kunjungan Bunda ke dokter. Ah Nak, seperti apa dirimu? Sungguh Bunda tidak akan khawatir jika kamu mewarisi gen gemuk dari Bunda. Bunda tak khawatir rupamu mewarisi rupa Bunda atau Ayah. Sungguh Bunda ingin mengamini sebait lagu dari Raihan bahwa iman tak dapat diwarisi, karena keimanan Bunda yang lemah ini yang Bunda khawatirkan.

Ah, Nak, jadilah anak yang shalih ya… meski mungkin Bunda tak mampu menjadi prototype yang baik untukmu, dan Bunda sungguh minta maaf untuk itu. Ah Nak, seperti nenekmu pernah bilang pada Bunda bahwa kebahagiaannya bukan ketika anak-anaknya pintar dan mencapai prestasi tertentu meski itu pun pasti menyiratkan senyum bagi orang tua manapun. Ya, kebahagiaan sejatinya adalah ketika melihat anak-anaknya menjadi anak yang shalih. Maka Bunda hanya bisa berdoa moga Allah senantiasa menjagamu ya Nak, membimbingmu, karena Ia-lah sebaik-baik Pembimbing dan Penjaga sementara Bunda hanya orang yang beruntung dititipi dirimu.

Sampai ketemu ya Nak, moga Bunda bisa jadi ibu yang bijak dalam mengiringi tumbuh kembangmu.


by anis at August 23, 2010 02:31 AM