Planet IF2005

March 09, 2010

[13505047] Reisha Humaira

After Primary Screening MEXT Scholarship 2010

31 Juli 2009, adalah waktu yang dijanjikan oleh Kedubes Jepang untuk memberitahukan hasil tes tertulis dan wawancara lalu. Kedubes selalu menghubungi langsung via telepon. Sejak pagi, jantung saya dag dig dug tidak karuan, berharap ada telepon dari Jakarta. Sekitar jam 10-an, saya melihat status YM Pipin FT’04, ‘alhamdulillah :) ‘. Status sederhana, dan saya tebak, dia sudah ditelepon oleh Kedubes. Dan memang demikianlah adanya.

Akhirnya, di saat saya sedang mentoring, saya mendapatkan telepon dari Kedubes yang menyatakan bahwa saya lulus tes tertulis dan wawancara. Alhamdulillah. Langsung saya telepon mama mengabarkan hal tersebut.

Seperti saya tulis di sini, bahwa setelah lulus dari tes tertulis dan wawancara, masih ada secondary screening di MEXT di Jepang. Artinya, saya belum bisa sepenuhnya bergembira dengan pencapaian ini. Ini belumlah final.

Melengkapi Berkas-Berkas yang Dibutuhkan

Seusai primary screening, ternyata masih ada banyak hal yang harus saya siapkan. Pertama-tama, saya harus ke Jakarta lagi untuk mengambil berkas-berkas yang harus diisi. Juli-Agustus memang bulan yang penuh bolak-balik Bandung-Jakarta buat saya. Jadi, jika Anda tidak berdomisili di Jakarta, siapkanlah budget untuk transportasi ke Jakarta :cry:

Berkas-berkas yang harus diisi dan dilengkapi sama persis dengan berkas-berkas yang dikirimkan waktu pendaftaran. Kali ini 3 rangkap, hanya saja, untuk Application Form, Field of Study and Study Program, Recommendation Form, dan Certificate of Health harus menggunakan form asli dari Kedubes. Berhubung menggunakan form asli, jadi butuh sedikit perjuangan untuk mengisinya. Yang tadinya tinggal diketik terus di-print, sekarang harus ditulis tangan (gym) Bisa saja sih di-print, tapi Anda mesti pintar-pintar mengakalinya, karena Anda cuma punya 3 lembar kertas asli :P

Kalau dulu saya cukup mengisi satu surat rekomendasi (karena belum bekerja), kali ini saya harus punya dua surat rekomendasi. Jadi saya harus minta satu lagi pada dosen yang lain. Dan kali ini minta mereka tulis tangan 3x. Fufufu. Untung saja dosen saya baik-baik :D Untuk keterangan kesehatan, Anda harus tes darah lagi (keluar duit lagi :cry: ). Untuk rontgen, jika hasilnya masih berlaku maka masih bisa digunakan.

Berkas-berkas di atas harus sudah diantarkan kembali ke Kedubes dalam jangka waktu 2 minggu (waktu itu pertengahan Agustus). Selain itu, ada tambahan, yaitu Letter of Acceptance (LA) dari profesor calon pembimbing di Jepang. LA ini harus secepatnya juga diserahkan ke Kedubes. Kedubes masih memberi toleransi hingga akhir September waktu itu.

Mencari Profesor dan Mendapatkan LA

Mencari profesor sebenarnya sudah bisa dilakukan jauh-jauh hari bahkan sebelum pendaftaran beasiswa MEXT dibuka. Dengan mencari dari awal, setelah lulus tes tertulis dan wawancara Anda tinggal minta profesor untuk mengisikan LA. Saya pribadi baru mencari profesor setelah dinyatakan lulus tes tertulis dan wawancara. Agak hectic jadinya.

Bagaimana cara mencari profesor? Tidak satu jalan ke Jepang, Anda bisa menghalalkan berbagai cara (lho?). Buat Anda yang pernah exchange ke Jepang, atau ada profesor yang direkomendasikan dosen Anda di kampus, tentunya akan lebih mudah. Kalau tidak ada link sama sekali bagaimana?

Nah, saya benar-benar berjuang mencari sendiri profesornya. Cara yang saya lakukan sebagai berikut. Pertama-tama, saya cari universitas yang ingin saya tuju*). Kemudian, saya lihat ada Graduate School apa saja di universitas tersebut, lalu ada lab apa saja di Graduate School tersebut. Jika sudah menemukan lab yang sesuai, biasanya di website lab tersebut ada kontak e-mail profesornya. Berikutnya saya kirim e-mail ke profesor tersebut.

Isi emailnya apa? Pas awal tentunya perkenalan dulu saja. Jelaskan bahwa Anda sudah melewati primary screening untuk beasiswa MEXT. Lalu jelaskan interest dan concern riset Anda. Terakhir bilang bahwa Anda ingin riset di lab profesor tersebut. Sebagai tambahan, Anda bisa melampirkan CV, transkrip, abstrak TA/Skripsi, dan proposal riset Anda. Itu e-mail perkenalan versi saya.

Perlu diingat bahwa e-mail Anda belum tentu dibalas. Jadi bersabar saja dan jangan stuck di satu profesor saja. Hubungi saja banyak profesor. Korespondensi selanjutnya tentunya tergantung profesor yang bersangkutan. Ada profesor yang memberi tes terlebih dahulu. Ada juga yang langsung menanyakan apa yang bisa beliau bantu.

Jika profesor sudah setuju, biasanya kita harus mengirimkan lembar LA beserta kopian berkas-berkas yang dulu diserahkan waktu pendaftaran. Waktu mengambil berkas-berkas di Jakarta, kita juga mendapatkan surat keterangan bahwa kita sudah lolos primary screening di Kedubes. Kopian surat ini juga dikirimkan. Siap-siap keluar duit lagi untuk mengirim dokumen ke Jepang :cry:

Anda diberikan kesempatan untuk mengajukan 3 pilihan universitas di Jepang. Jika Anda yakin dengan satu pilihan saja tidak masalah.

Setelah LA masuk ke Kedubes, urusan untuk secondary screening sudah selesai. Anda tinggal menunggu prosesnya di Jepang. Kemungkinan pengumuman hasilnya akan keluar sekitar bulan Desember. Bersabar dan berdoa saja selama sekitar 3 bulan lebih itu.

*) Info tentang universitas di Jepang, bisa dicari di situs JASSO, Japan Study Support, atau ReaD. Daftar universitas top di Jepang bisa dilihat di sini.

Bersambung… (next: perjuangan demi selembar LA)


by reiSHA at March 09, 2010 04:23 AM

Perjuangan Demi Selembar LA

MEXT mensyaratkan setiap pelamar beasiswa yang lolos primary screening untuk mendapatkan LA (Letter of Acceptance). LA dari profesor calon pembimbing di Jepang adalah semacam surat keterangan bahwa profesor bersedia menerima Anda untuk riset di lab nya. Namun dengan mendapatkan LA, bukan berarti Anda sudah diterima sebagai mahasiswa S2 atau S3 di sana.

Saya baru mencari profesor setelah dinyatakan lulus tes tertulis dan wawancara (awal Agustus). Agak hectic jadinya karena mendapatkan profesor tidak bisa dibilang mudah. Mana waktu itu saya sibuk menyelesaikan TA saya untuk mengejar wisuda. Di Jepang juga lagi musim panas, kali aja profesornya lagi liburan. Deadline LA akhir September. Huff. Pusing TA, pusing LA. (doh)

Concern riset saya adalah di bidang Software Engineering. Jepang gudangnya Computer Science, agak susah mencari yang Software Engineering, walau keduanya sama-sama IT.

Awalnya saya menemukan profesor di Osaka University yang concern risetnya sama. Profesor ini membalas e-mail saya, dan ternyata beliau hanya mau menerima mahasiswa untuk sampai S3. Kalaupun saya mau sampai S3, beliau ingin saya mengerjakan soal tes masuk tahun lalu dan mewawancara saya via Skype. Saya lihat soal tesnya, dalam bahasa Jepang 8-O Boro-boro jawab, memahami soalnya saja tak bisa. Ya sudahlah. Saya menyerah dengan profesor yang ini. Ditambah saya belum kepikiran untuk sampai S3 di sana.

Awal hingga pertengahan Agustus saya masih sibuk mencari-cari profesor yang sesuai. Berikutnya saya menemukan profesor yang sesuai di Waseda University. Saya kirimkan email ke beliau tidak dibalas-balas. Dengar dari teman, kalau di Waseda University kita harus mengirimkan berkas-berkasnya ke international office-nya, tidak boleh langsung ke profesornya. Ya sudah, saya kirimkan saja dulu berkas-berkasnya. Semoga bisa diproses.

Tidak berhenti di situ, saya masih cari-cari profesor lain soalnya belum ada yang pasti. Akhirnya saya nemu beberapa dan saya kirimkan e-mail ke profesor di Tokyo Institute of Technology, Nagoya University, Keio University, dan Toyohashi University of Technology. Tidak ada yang membalas. Hiks. Saya juga mengirim e-mail ke profesor di Ritsumeikan University.

Waktu menyerahkan berkas-berkas ke Kedubes (pertengahan Agustus), saya sudah harus menentukan pilihan universitas saya. Walaupun belum pasti akan dapat LA, saya isikan saja pilihan saya senekatnya. Pilihan 1 Waseda University, pilihan 2 Nagoya University, dan pilihan 3 Ritsumeikan University.

Profesor di Ritsumeikan University pun membalas, dan ternyata concern riset beliau kurang sesuai dengan saya. Beliau merekomendasikan profesor lain di universitas yang sama. Akhirnya saya kirim lagi e-mail ke profesor yang satu lagi ini. Dan akhirnya beliau bersedia mengisikan LA untuk saya. Argh, ternyata saya masih harus mengirim berkas-berkas lagi ke Jepang :cry:

LA dari Ritsumeikan University tinggal menunggu sampai ke Indonesia. Dan ga ada angin ga ada hujan, profesor di Waseda University tiba-tiba membalas e-mail saya dan bertanya apa yang bisa beliau bantu. Alhamdulillah. Akhirnya saya bilang ke beliau bahwa saya butuh LA dari beliau dan berkas-berkas yang dibutuhkan sudah saya kirim ke CIE Waseda. Namun sampai tahap ini saya tidak tahu kapan saya akan dapat LA dari sana, padahal waktu itu bulan September segera datang.

Di bulan September ada libur Lebaran, dan saya sudah memutuskan untuk pulang kampung. Syukurlah sebelum saya pulang, LA dari Ritsumeikan University sampai. Akhirnya, sebelum ke bandara saya ke Kedubes terlebih dahulu untuk mengantarkan LA tadi. Cape juga nenteng-nenteng tas ke Kedubes, mana tasnya tidak bisa dititip di bawah, padahal bagian Pendidikannya ada di lantai 2.

Begitu sampai di Padang, saya malah dapat e-mail dari profesor di Waseda University yang menyatakan bahwa beliau sudah mengisi LA saya. Alhamdulillah. Untuk LA yang satu lagi ini, kemungkinan besar baru akan saya terima setelah libur Lebaran. 28 September 2009 saya terima dan saya kirim kilat ke Kedubes. Syukurlah masih diterima.

Bagaimana kalau tidak dapat LA?

Sebisa mungkin LA ini didapatkan. Kalau tidak dapat, kemungkinan untuk memperoleh beasiswa MEXT masih ada. MEXT akan membantu mengurusnya ke universitas, entah itu ke universitas pilihan Anda atau universitas lain. Tidak perlu kuatir? Entahlah :D

Bersambung… (next: epilog)


by reiSHA at March 09, 2010 04:23 AM

[13505025] Dwinanto Cahyo

Macet Pasca Hujan,. -_-

Senin (08/03/10) siang, kawasan Jakarta SeLatan sekitar Semanggi dan Sudirman diLiputi awan mendung yang cukup geLap, namun ternyata hanya berujung pada hujan ringan dengan durasi yang tak terLaLu Lama,.

Beberapa rekan yang menempuh waktu istirahat dengan makan siang keLuar kantor pun dapat bernafas Lega karena akhirnya tidak perLu berbasah ria ataupun berojek payung ria menembus hujan,. :-D

Sore hari menjeLang waktu puLang, Langit menunjukkan gejaLa serupa dan memang beberapa Lokasi sempat diLanda hujan ringan. Namun, karena tidak terjaid hujan Lebat, rekan-rekan pun berhamburan puLang ketika jam kerja usai, dengan harapan tiba di rumah tanpa perLu menderita basah di jaLan,. :-)

Sayangnya, ruas jaLan antara kawasan Mampang Prapatan hingga Departemen Pertanian mengaLami kemacetan parah sore itu, perbandingan waktu tempuh yang biasa dapat diLaLui sekitar 30 menit, harus ditempuh seLama hampir 90 menit, itu pun dengan meLaLui sejumLah jaLur tikus dan trotoar jaLan,. :-D

Asap kendaraan dan suara kLakson pun menjadi haL yang sangat Lumrah, bahkan teriakan-teriakan penuh ketidaksabaran pun bergaung di peLosok jaLanan,. :-D

Bahkan, hingga maLam hari ketika akhirnya diri ini bersiap menuju rumah, masih juga terjadi kemacetan di ruas jaLan tersebut, yang entah apa penyebabnya, sehingga Lebih memiLih meLewati rute Pancoran-Pasar Minggu yang ternyata memang Lebih Lancar,. :-D

WeLL, traffic jam is simply naturaL in Jakarta,. -_-


by dwinanto at March 09, 2010 01:28 AM

Back OnLine,. ^^

SeteLah nyaris 1 tahun sejak postingan terakhir di bLog ini, akhirnya mencoba untuk kembaLi memuLai kebiasaan menuLis yang sempat terhenti,. :-D

Sebenarnya memang teLah Lama ingin memuLai kembaLi, hanya saja masih minim motivasi, sampe akhirnya Jum’at (05/03/10) beberapa rekan menanyakan soaL bLog dan kembaLi termotivasi untuk menuLis Lagi,. :-)

Posting kaLi ini sekedar update informasi, dimuLai dari Lingkungan kampus ITB yang sejak Sabtu (18/07/09) resmi menjadi aLmamater dengan disematkannya geLar Sarjana Teknik pada bagian akhir nama,. :-)

Segera seteLah itu, segera berpindah ranah tinggaL ke Depok dan hanya sesekaLi ke Bandung ketika ada momen tertentu di kampus, seperti wisuda ITB Oktober 2009 dan sejumLah acara waLimahan rekan seperjuangan, sepermainan dan seperkuLiahan,. :-D

Kini, Lingkungan yang dihadapi sehari-hari adaLah Lingkungan kerja di Bank BRI, beraLamat di JaLan JenderaL Sudirman, Jakarta SeLatan, dekat dengan pLaza Semanggi,. :-p

WeLL, new environment, new friends, new chaLLanges,. :-)


by dwinanto at March 09, 2010 01:26 AM

Presensi via EDC,. ^^

Tentunya memiLiki rekening suatu bank wajib hukumnya bagi karyawan yang bekerja pada bank tersebut, haL ini puLa yang mendorong pembuatan rekening di Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank tempat bekerja di JaLan Nusantara Raya Depok sekitar 2 pekan LaLu,.

aLasan di baLik pemiLihan KCP tersebut ketimbang membuka rekening Langsung dari kantor pusatnya adaLah karena Lokasinya dekat dengan rumah sehingga mudah dijangkau,. :-)

aLhasiL, pembuatan ATM dari KCP ternyata memakan waktu 2 pekan, berbeda dengan ketika membuat Langsung di kantor pusat yang hanya sekitar 15 menit, sehingga si ATM baru sahaja seLesai Kamis (04/03/10) dan untungnya proses pengambiLan ATM dapat diwakiLkan oLeh Ibu dengan membawa KTP dan KK asLi,.

Konsekuensi tak Langsung dari masa pembuatan ATM tersebut adaLah proses pengisian daftar hadir yang seharusnya dapat diLakukan menggunakan EDC (Electronic Data Capture) dengan meng-gesek kartu ATM, beLum dapat diLakukan dan diri ini bersama seorang rekan Lain yang juga bernasib sama (dia membuka tabungan di Unit Kerja bank di dekat rumahnya) menggunakan kartu untuk pengisian daftar hadir,.

Kami berdua menamakan diri tim cekLok karena setiap pengisian daftar hadir meLakukan cekLok dengan si kartu dan harus ke Lantai 3 dahuLu, sebeLum akhirnya menuju Lokasi kerja di Lantai 5,. :-(

Entah jodoh atau kebetuLan beLaka, saia dan si rekan tadi ternyata ditempatkan pada bagian yang sama pada divisi tempat kami berada,. :-D

Keesokan hari seteLah ATM jadi, kami Langsung mendaftarkan nomor kartu ATM agar dapat segera menggunakannya untuk pengisian daftar hadir. Namun, karena ketika itu adaLah hari Jum’at, sehingga baruLah pada hari Senin (08/03/10) di pagi harinya dapat menggunakan mesin EDC untuk pengisian daftar hadir,. :-D

WeLL, new day, new spirit,. :-D


by dwinanto at March 09, 2010 01:25 AM

March 08, 2010

[13505023] Muhammad Ghifary

Memasuki minggu menjelang konser

Tinggal 5 hari lagi konser besar akan tiba. Ga terasa ya. perasaan baru aja konser di Jakarta, sekarang dah akan konser lagi di Bandung. pastinya persiapan selama 5 hari ke depan bakal lebih menggila lagi. latihan intensif sudah dimulai sejak minggu lalu dan sudah melatih hampir semua lagu.  Sejauh ini dari sisi performa yang ditargetkan, [...]

by ghifar at March 08, 2010 12:32 AM

March 05, 2010

[13505019] Arief Latu Suseno

Antara momentum politik, kejujuran, dan tekanan

Rapat Paripurna Ricuh

Rapat Paripurna Ricuh

Dua tiga hari belakangan ini (2-4 Maret 2010) acara pertelevisian tanah air kita diramaikan dengan panggung acara bernama Rapat Paripurna. Acara tersebut sangat menarik untuk disimak dan bahkan saking ramainya, salah satu TV swasta menamakan acara tersebut Grand Final Rapat Paripurna.

Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan tontonan politik ini. Tapi mata saya langsung tidak bisa lepas dari TV begitu rapat ini berlangsung ricuh. Saya begitu “terganggu” dengan pemimpin rapat yang tidak bisa mengendalikan situasi dengan begitu banyaknya interupsi hingga akhirnya pemimpin rapat menutup rapat secara sepihak. Menurut saya ini tindakan yang logis. Namun yang saya sayangkan adalah adanya 1 orang anggota dewan yang lompat ke tempat pimpinan, melempar sesuatu dan menunjuk ke muka pimpinan sambil marah2. Tindakan tersebut menurut saya memancing anggota dewan lain yang sudah marah2 di bawah hingga akhirnya ikut naik dan menunjuk2 pimpinan rapat. Yang menjadi pertanyaan, pantaskah mereka berbuat seperti itu?

Setelah tayangan itu, saya kembali diperlihatkan oleh tindakan mengganggu lainnya yg diperagakan oleh beberapa anggota dewan, salah satunya adalah politisi bergelar bangsawan KRMT. Dengan tanpa bersalah, cengar cengir berteriak “huuu…” berkali2 ketika ada yg menyebutkan fraksi2 yang mengajukan opsi C (bailout bermasalah). Lagi2 pertanyaan yang diajukan adalah, pantaskah perbuatan seperti itu ada di dalam rapat terhormat?

Hari berikutnya adalah hari yang disebut Grand Final Rapat Paripurna karena hari itu adalah hari dimana pengambilan keputusan sikap DPR apakah bailout bermasalah atau tidak. Partai Golkar, PDIP, Gerindra, Hanura, PKS tetap konsisten dengan menganggap bailout bermasalah. Yang membuat lucu adalah muncul sebuah opsi penggabungan A dan C. Apakah bisa menggabungkan minyak dan air?

Yang ingin menjadi sorotan saya di hari itu adalah voting terbuka. Kenapa ya mesti voting terbuka? Mungkin kalau voting diadakan tertutup, takutnya akan lebih banyak yang membelot dengan memilih opsi C. Kan kalau voting terbuka, akan keliatan siapa2 aja yang memilih opsi A atau C.

Voting terbuka ini memiliki unsur2 batin juga lho didalamnya. Beberapa fraksi mengganggap ini adalah momentum politik yang tepat untuk mencari simpati masyarakat. Bodo amat dengan berbagai ancaman, termasuk perceraian koalisi. Mungkin seperti itu yang dipikirkan beberapa fraksi. Yang terpenting buat mereka adalah mereka punya image bagus dimata masyarakat sebagai modal pemilu 2014.

Anggota dewan dalam memilih pun mungkin ada konflik batin di dalamnya. Antara mereka harus patuh terhadap keputusan pimpinan fraksi atau berkata sesuai dengan kehendak hati. Dan yang paling unik adalah adiknya alm. Gus Dur. Dengan berani dia adalah satu2nya dari PKB yang mengacungkan diri memilih opsi C. Dan bisa ditebak, SP1 adalah ganjaran untuknya.

Voting ko dipaksa ya bu? Klo hati mau milih C, just go on. Jgn takut sama SP1, karena ada sesuatu dibelakangmu bernama rakyat.

by latu at March 05, 2010 04:23 AM

February 26, 2010

[13505079] Ginar Santika Niwanputri

Allah Engkau Dekat

Allah Engkau dekat
Penuh kasih sayang
Takkan pernah Engkau
Biarkan hamba Mu menangis
Karna kemurahan Mu
Karna kasih sayang Mu
Hanya bila diri Mu
Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa jiwa yang rela
Dia kekasih Mu
Kau yang selalu terjaga
Yang memberi segala
Allah Rohman Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Di setiap nafas di segala waktu
Semua bersujud memuji memuja asthma Mu
Kau yang selalu terjaga
Yang memberi segala
Setiap makhluk bergantung pada Mu
Dan bersujud semesta untuk Mu
Setiap wajah mendamba cinta Mu cahaya Mu


by Inay at February 26, 2010 03:38 PM

[13505023] Muhammad Ghifary

Pengumuman Konser ISO, 13 Maret 2010 @ Sabuga

ITB Student Orchestra (ISO) akan menggelar konser Cinema Of Life Symphony sebagai perayaan Lustrum I dalam bentuk Symphony Orchestra, bekerja sama dengan Paduan Suara Mahasiswa ITB (PSM-ITB) dan Marching Band Waditra Ganesha (MBWG) pada: Hari : Sabtu, 13 Maret 2010 Waktu : 19.30 – 22.00 Tempat : Sasana Budaya Ganesha Bandung Acara ini akan dimeriahkan dengan kehadiran [...]

by ghifar at February 26, 2010 02:56 AM

[13505059] Petra Novandi

COMIC Februari 2010 : Komunitas Pengembang Menggalang Kebersamaan

Saya dan beberapa rekan JUG Bandung diundang untuk menjadi narasumber untuk acara COMIC dua hari yang lalu. Untuk yang belum tahu mengenai COMIC akan saya jelaskan sedikit. COMIC adalah sebuah acara yang mengumpulkan beberapa komunitas atau praktisi di Bandung untuk saling bertukar cerita, pengalaman, ide, dan wacana. Komunitas-komunitas yang diundang tidak hanya komunitas yang bergelut di bidang Teknologi Informasi ataupun bidang Multimedia, tapi juga komunitas lain yang menggunakan teknologi-teknologi untuk kegiatan mereka. COMIC sudah ada dari 2 tahun lalu. Rencananya memang selalu diadakan setiap bulan tapi karena satu dan lain hal baru diadakan 6 kali termasuk yang kemarin. Saya sendiri sudah pernah hadir 3 kali sebagai penonton ditambahkan 1 kali sebagai narasumber.

COMIC kali ini menggunakan tema “Komunitas Pengembang dalam Menggalang Kebersamaan“. Tema ini kebetulan saya yang menyumbangnya. Awalnya memang agak sulit untuk mencari narasumber yang berdomisili di Bandung. Saya sendiri juga tidak banyak mengikuti komunitas-komunitas pengembang. Yang saya tahu antara lain Java User Group Bandung, Open Solaris User Group Bandung, dan MySQL User Group Bandung. Mengundang 2 dari mereka menurut saya akan membuat acara tidak terlalu seru karena semuanya berada dalam satu bendera dan juga orang-orangnya itu-itu saja. Untunglah selain JUG Bandung diundang tim pengembang Wordpress yakni mas Setyagus dan rekan-rekan.

JUG Bandung adalah komunitas pengembang Java yang berdomisili di Bandung. Komunitas ini belum lama berdiri dan masih belum ada kegiatan yang cukup konkrit. Sebenarnya sebelumnya sudah ada JUG Bandung akan tetapi beberapa mahasiswa yang tergabung dalam OSUM Leader Bandung melakukan inisiatif untuk membuat yang baru. Meski belum ada kegiatan, tapi komunitas JUG Bandung sedang mempersiapkan pengadaan Java User Meetup dan beberapa pelatihan yang akan diadakan di beberapa perguruan tinggi di Bandung. Anggotanya pun mayoritas mahasiswa meski juga terdapat beberapa pengembang profesional.

Kalau kita perhatikan dengan seksama, mayoritas komunitas-komunitas pengembang memiliki pola yang sama. Seperti yang telah saya sebut, saya tidak banyak mengikuti komunitas pengembang. Dan kebanyakan komunitas pengembang yang saya ikuti telah sepi. Pertanyaan mas Setyagus tentang bagaimana kami menyikapi hal itu membuat kami sempat terdiam. Salah satu kelemahan dari komunitas pengembang adalah regenerasi pengurus kurang diperhatikan. Sejujurnya hal itu yang juga kami takutkan di JUG Bandung di mana pengurusnya adalah mahasiswa yang cepat atau lambat pasti akan meninggalkan bangku kuliah. Dan kalau mau jujur juga, saya menjawabnya meski agak takut tapi kami berharap nantinya akan ada dukungan dari Community Manager dari Sun Oracle yang dijabat oleh mas Alex Budiyanto untuk mengingatkan tentang regenerasi pengurus. Hal ini mungkin menjadi kelebihan JUG Bandung kali ini (semoga).

Salah satu pertanyaan lain yang dilontarkan kepada JUG-Bandung adalah bagaimana hubungan kami dengan JUG Indonesia. Kalau menurut saya sih baik-baik saja karena beberapa di antara pengurus juga mengikuti JUG-Indonesia. Tapi satu hal yang menguntungkan dari adanya komunitas pengembang regional adalah kemungkinan untuk acara temu muka menjadi lebih tinggi. Ditambah lagi Bandung memiliki potensi besar di dalam dunia pengembangan perangkat lunak karena banyaknya perguruan tinggi yang memiliki program studi tersebut serta banyaknya industri perangkat lunak. Nantinya ini akan menjadi nilai tambah bagi komunitas.

Di lain pihak, mas Agus selaku narasumber dari Wordpress mengungkapkan nada yang berbeda dari JUG Bandung. Sebenarnya tidak ada komunitas pengembang Wordpress yang khusus di tingkat regional. Hal ini pertama-tama karena dari Wordpress sendiri sudah menyediakan wadah diskusi dan dukungan khusus regional Indonesia yang dapat diakses di sini. Dan di wadah tersebut sudah sangat banyak hal-hal yang tinggal kita cari sehingga kita tidak perlu terlalu sulit untuk membuka topik baru karena sudah dibahas. Pernah ada komunitas khusus Wordpress tapi selanjutnya menjadi sepi karena mayoritas beralih menggunakan wadah tersebut.

Hal kedua adalah karena target utama pengembangan Wordpress tidak tertutup hanya untuk pengembang tapi juga mulai merambah ke mereka yang beda pada bidang web design dan juga marketing. Dan kedua hal ini yang menjadi potensi yang sangat besar di Indonesia sekarang. Potensi ini diperhatikan oleh Wordpress sendiri sehingga mengadakan Wordcamp di Indonesia yang telah dilaksanakan 2 tahun ini. Selain itu nantinya mungkin Wordcamp selanjutnya akan diadakan di Bandung atau Yogyakarta karena menurut mas Agus mayoritas hadirin Wordcamp berasal dari dua kota tersebut.

Pada sesi diskusi ada banyak wacana yang diungkapkan oleh Pak Soni dari Telkom selaku pihak tuan rumah. Salah satunya adalah wacana bagaimana membentuk visi IPTEK Indonesia sehingga ke depannya penggunaannya di Indonesia menjadi lebih smart. Selain itu beliau juga menawarkan kerjasama antara para pengembang dengan pihak Telkom.

Pertemuan kali ini seperti biasanya dipenuhi guyon-guyon dari pak Ikhlasul Amal yang menjadi moderator. Tapi yang membuat pertemuan ini menyenangkan adalah COMIC selalu dibawa dalam suasana santai sehingga para narasumber maupun hadirin tidak sungkan-sungkan untuk melontarkan ide-ide segar. Meski mungkin nantinya ide-ide hanya tinggal wacana tapi banyak sekali hal yang berarti yang didapat dari acara ini. Salah satunya saya juga jadi tahu potensi-potensi besar serta kendala-kendala yang dihadapi oleh komunitas Wordpress sehingga mungkin nantinya dapat diantisipasi di komunitas JUG-Bandung.

Laporan lain tentang acara ini dapat dilihat di tulisan pak Ikhlasul Amal dan di detik.

Share/Bookmark

by Petra at February 26, 2010 01:54 AM

February 25, 2010

[13505023] Muhammad Ghifary

[Ringkasan Kuliah IF5152-Analisis Algoritma]: Pembuktian Kebenaran Algoritma, Live @ 7607

Postingan ini merupakan ringkasan kuliah yang diambil secara  ‘live’ di ruang kuliah 7607 Labtek V, Informatika ITB, oleh Pak Rila Mandala.  B-) Semoga bisa kyk gini lagi di kuliah2 berikutnya *itupun kalo dibolehin oleh dosennya* :p Pembuktian Kebenaran Algoritma Pembuktian kebenaran algoritma tidak dapat dilakukan secara eksperimental. Maksudnya adalah kita tidak dapat mengklaim bahwa algoritma tersebut benar [...]

by ghifar at February 25, 2010 03:54 AM