



ada apa dengan jade ♥ jack? siapa sih sebenernya jade dan jack itu?
hahaha.. ceritanya berawal ketika saya membeli handphone saya.. saya biasanya iseng ngasih nama benda-benda yang saya sayang, yang sering saya gunakan.. akhirnya saya memikirkan sebuah nama untuk handphone saya itu.. berpikir dan berpikir, karena setiap nama harus punya arti menurut saya.. hehe.. setelah berpikir dan berpikir, akhirnya terbersitlah sebuah nama, JADE.. apa artinya jade? JADE artinya
javelin winda euy.. haha.. maksa sih emang.. tapi gpp lah, yang penting keren dan punya arti.. haha..
kira2 seminggu setelah saya membeli jade, pacar saya tercinta, prasetyo andy wicaksono a.k.a paw juga membeli handphone dengan tipe yang sama, javelin.. saya lalu terpikir untuk memberikan nama untuk handphone si paw itu.. tapi ngasal aja juga gpp deh, buat handphone-nya paw ini.. hahaha.. piss ay..
saya mencari nama yang kira2 enak disandingkan dengan jade.. biar keren aja gitu.. haha.. akhirnya terbersitlah nama, JACK.. entah kenapa, tapi bagus aja rasanya menyandingan jade dan jack.. hehe..
setelah itu, hiduplah saya bersama jade dan paw bersama jack.. hahaha, lebay! ga ada yang terjadi sebenernya setelah itu, biasa aja.. paling-paling saya dan paw jadi punya nama untuk menyebut handphone kami masing-masing.. hehe.. sampai akhirnya kemarin malam, ketika saya sedang browsing-browsing gambar untuk banner blog saya ini, saya menemukan gambar ini..
what a coincidence, right? hehe..
mungkin handphone kami memang berjodoh.. tapi ga tau deh orangnya.. hahahaha!

hai! sudah lamaaaaa sekali saya tidak bercerita di blog ini.. hehe.. kali ini saya akan bercerita ttg saya dan sepatu..
ada apa dengan saya dan sepatu???
berawal dari mana ya hubungan saya dengan sepatu ini? saya juga bingung.. hehe.. yang jelas, td saya membuka lemari sepatu saya dan mulai menilik lagi sepatu2 saya.. cukup banyak ternyata.. tapi tetep, saya masih ngerasa ga punya sepatu tiap mau pergi.. rasanya saya selalu kekurangan sepatu.. haha..
sebelum saya menulis postingan ini, saya habis browsing2, tentang sepatu.. and guess what? saya sudah menyimpan 20 gambar sepatu di dalam laura belle (baca: laptop asus saya tercinta).. kenapa saya simpan gambar2 itu? tentu ada alasannya.. saya simpan gambar2 itu karena saya terpikir untuk memesan sepatu dengan model seperti itu..
sebenarnya yang saya lakukan hanya browsing gambar2 sepatu kemudian menyimpan yang gambar sepatu yang saya ingin miliki.. klik dan klik dan klik, fualaaaa! 20 gambar sepatu tersimpan dan sungguh, saya bingung.. haha..
oooh, i’m too in love with high heels.. sehingga semua high heels terasa menarik buat saya.. huff.. oh iya, FYI semua gambar sepatu itu adalah high heels.. hahaha!
saya rasa saya harus bisa memfasilitasi rasa cinta saya yang berlebih sama sepatu ini.. ok, saya akan mencari tempat yang bisa membuat sepatu sesuai dengan gambar2 itu dengan harga yang cocok dengan kantong saya.. haha..
daaaan,
suatu hari nanti saya ingin merealisasikan mimpi saya.. mimpi yang berhubungan sama sepatu tentunya.. hihi..
ooooh sepatuuuu, mengapa engkau begitu menggoda dan menarik hati ini???

29 Januari lalu saya mendapat email dari Center for International Education Waseda University, yang mengonfirmasikan bahwa saya ditempatkan di universitas tersebut. Walaupun surat resmi dari pihak Kedubes Jepang belum keluar, paling tidak email tersebut cukup menjawab pertanyaan yang masih menggantung pada tulisan saya sebelumnya, soal universitas manakah yang akan saya tuju nantinya.
Namun demikian, jika saya ditanyai soal jurusannya, saya masih belum bisa menjawab. Lho? Yap. Mendapatkan beasiswa ini, bukan berarti status saya sudah otomatis berubah menjadi mahasiswa S2. Saya masih harus ikut ujian masuk S2 nantinya.
Monbukagakusho (文部科学省) atau MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology) atau dikenal juga dengan Monkasho atau Monbusho (selanjutnya saya tulis MEXT saja untuk memudahkan penulisan) adalah salah satu kementerian dalam pemerintahan Jepang. Setiap tahunnya, MEXT menawarkan beasiswa untuk studi di Jepang. Adapun program beasiswa yang ditawarkan adalah:
Beasiswa yang saya apply tahun lalu itu adalah yang program Research Student. Info persyaratan dan tata cara pendaftarannya bisa dilihat di sini.
Beasiswa MEXT Research Student ada 2 macam, yakni yang direkomendasikan Kedubes dan yang direkomendasikan universitas (dikenal juga dengan Monbusho U to U). Perbedaannya hanya pada prosedur pendaftarannya. Karena saya apply yang via Kedubes, jadi saya tidak akan bercerita soal yang lainnya.
Dengan membaca file ini secara detail dan saksama, sebenarnya sudah tergambar beasiswanya seperti apa. Memang panjang sih, dan pertama baca saya juga pusing. Mungkin bisa saya ceritakan ringkasannya supaya bisa dapat gambaran awal
Beasiswa ini biasanya dibuka sekitar bulan April. Seleksinya ada 2 tahap, yakni:
Untuk primary screening, tahap paling awal adalah seleksi dokumen (April-Mei). Semua persyaratan yang diminta dikirimkan ke Bagian Pendidikan Kedubes Jepang. Bisa juga diantar langsung
Dokumen-dokumen tersebut diseleksi, lalu yang lulus seleksi dokumen ini akan menghadapi tes tertulis dan wawancara (Juli). Tes tertulisnya berupa tes bahasa saja, bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Selanjutnya tinggal tunggu pengumuman apakah Anda lolos atau tidak. Jikalau lolos, overall seleksi di Kedubes sudah selesai, namun perlu digarisbawahi bahwa lolos hingga tahap ini bukanlah jaminan bahwa Anda sudah pasti mendapatkan beasiswa MEXT. Masih ada tahap berikutnya.
Tahap berikutnya adalah secondary screening di MEXT. Pada tahap ini, Anda harus melengkapi lagi dokumen-dokumen seperti yang dikirimkan pada saat awal mendaftar. Selain itu ada dokumen tambahan, yakni Letter of Acceptance dari profesor calon pembimbing Anda di Jepang. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan ke Kedubes (Agustus-September), lalu selanjutnya Anda tinggal menunggu saja. Pengumuman hasil secondary screening ini keluar sekitar bulan Desember-Januari. Jika Anda sudah dinyatakan lolos, artinya bersiap-siaplah, Anda akan berangkat ke Jepang.
Kira-kira begitu gambaran umum alur untuk mendapatkan beasiswa ini. Cerita detail pengalaman saya akan saya jelaskan pada tulisan-tulisan berikutnya.
Selanjutnya jika sudah diterima, status Anda barulah sebagai research student (non-degree). Jika Anda ingin menjadi degree student, Anda masih harus mengikuti admission procedure dari universitas yang bersangkutan. Degree yang dimaksud bisa saja master (untuk lulusan S1) ataupun doktoral (untuk lulusan S2).
Kalau dari yang saya baca dan saya dengar, dalam masa research student tersebut, Anda akan belajar bahasa Jepang serta mempersiapkan diri untuk ujian masuk (jika memang ingin ambil degree). Kapan ujian masuknya tergantung dari universitas yang Anda tuju. Bisa saja Anda ikut tes masuk 6 bulan setelah berada di Jepang, atau malah baru bisa tahun berikutnya.
Masa beasiswa sebagai research student maksimal 2 tahun (untuk keberangkatan April) atau 1.5 tahun (untuk keberangkatan Oktober). Jika Anda lulus ujian masuk degree, status beasiswa research student yang masa waktunya masih lebih akan otomatis dihentikan dan Anda didaftar sebagai penerima beasiswa S2 (2 tahun lagi) atau S3 (3 tahun lagi). Jika dalam masa research student tersebut Anda gagal di ujian pertama, maka Anda bisa mengikuti ujian masuk kedua dan ketiga sampai masa research student habis. Jika sampai masa research student habis dan Anda belum bisa lolos ujian, maka Anda dipulangkan. Please CMIIW karena saya belum melalui tahap ini. Hehe…
Jadi jika ada yang bertanya apakah saya dapat beasiswa S2, maka jawaban saya adalah: belum
Ada beberapa kabar burung yang menarik soal beasiswa ini. Dari seleksi dokumen, yang maju ke tes tertulis dan wawancara sekitar 100 orang. Lalu yang nantinya akan berangkat ke Jepang sekitar 40 orang. Jadi peluang untuk mendapatkan beasiswa ini cukup besar kan?
Lolos primary screening memang bukan jaminan bahwa Anda akan mendapatkan beasiswa ini. Tapi konon kabarnya, yang lulus tes tertulis dan wawancara akhirnya mendapatkan beasiswa ini. Artinya, jika Anda masuk ke tahap secondary screening, peluang Anda ke Jepang semakin besar. Lalu, Anda nantinya bisa mengajukan 3 pilihan universitas di secondary screening, dan konon kabarnya lagi, Anda akan diterima di pilihan pertama.
Kata ‘konon’ sengaja saya tulis berulang-ulang, karena itu memang bukan jaminan. Hehe. Saya ga ingin nanti tiba-tiba ditimpukin orang karena kabar tersebut tidak berlaku padanya. Tapi paling tidak hal-hal tersebut terjadi pada diri saya. Hehe.
Tentang bahasa Jepang, Anda tidak perlu ragu untuk mendaftar beasiswa ini jika Anda sama sekali tidak bisa berbahasa Jepang. Saya mengalami sendiri. Saya cukup buta soal Jepang. Saya baru belajar bahasa Jepang setelah mengikuti seleksi beasiswa ini. Memang ada tes tertulis bahasa Jepang, tapi tak usah kuatir, karena jika memang tidak bisa, Anda tinggal mengosongkan lembar jawaban. Tunggu cerita saya soal tes tertulis dan wawancara
Yang pasti, Anda harus bersedia untuk belajar bahasa Jepang nantinya.
Rentang waktu dari Anda apply beasiswa hingga akhirnya berangkat ke Jepang cukup lama. Hampir 1 tahun. Jadi perbanyak sabar dan berdoa dalam masa penantian. Apalagi masa penantian hasil secondary screening sangat lama.
Well. Segitu dulu. Ayo yang mau ke Jepang ataupun belahan bumi lainnya, selamat berburu beasiswa
Dengan biaya sendiri kan mahal :p
—
Tambahan informasi soal beasiswa ini:
Sharing pengalaman dari yang juga sudah dapat beasiswa ini:

Nowadays, iPad has becoming a hot topic in forum, review blog, google, yahoo, or even alexa. I already wrote about iPad in my previous post. In this post, I want to explain the differentiation between iPad, tablets, e-Readers, and netbook, from its product, detail, purpose, and drawbacks. Let’s check it out!
iPad
iPad
Purpose:
The iPad, which has been commonly referred to as a tablet, is a slate. The slate’s functionality is great for consuming media. Slates are mid-size, touch-screen devices similar to tablets but lacking a physical keyboard and swivel screen.
Details:
The iPad will run some new applications plus iPhone apps; include 16, 32, and 64 GB versions; have a 1 GHz processor; and carry 3G mobile access for an additional cost.
Products:
iPad, plus a few other slate possibilites showcased at CES by Hewlett-Packard and Asus
Drawbacks:
Some users find it hard to type on touch-screen keyboards, although the iPad has a dock for users to connect a separate keyboard
Tablets
tablets
Purpose:
The tablet allows users to both create and consume content. Typing and editing on the keyboard is more efficient that using touch alone. The mid-size screen makes the tablet portable but offers users a bigger, clearer view of material than a smartphone can.
Details:
The touch-screen computer — unlike the slate– comes with a keyboard. The LED color screen falls between smartphone and laptop size. Tablets usually have a swivel screen that can click into a flat shape
Products:
Lenovo ThinkPad x200, Asus EEE PC T91, HP EliteBook 2730p, HP TouchSmart tx2z, Dell Latitude XT2
Drawbacks:
Some experts say that if the tablet hasn’t caught on yet, it never will. It’s not a “must-have” because it’s less portable than a smartphone and less useful than a laptop
E-readers
eReaders
Purpose:
Users can carry around a portable library with this device and turn pages with a simple touch. Books, newspapers and magazines are downloaded or sent wirelessly to the device. Users can highlight passages and make notes, and your spot is always save.
Details:
Feature, depending on the product, can include non-glare screens, a read-to-me feature, adjustable text size and wireless 3G coverage.
Products:
Kindle, Sony Reader, Nook, eDGe, iRex Digital eBook Reader, COOL-ER, Astak EZ Reader, Cybook, iLiad, Plastic Logic Que, to name a few
Drawbacks:
E-readers’s function is specific to reading e-books, newspapers, magazines and documents but not much else.
Netbooks
netbook
Purpose:
Netbook are mini computers that are smaller than the standard laptop and generally less expensive. They are best used for general computing, e-mail and Internet access. They are more powerful than a smartphone but don;t have the power of a full computer.
Details:
Features can vary, but most netbooks have 10-inch screens, 1 to 2 GB of memory and 160 GB of hard drive storage
Makers:
Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo, MSI, Samsung, Sony, Toshiba, Velocity Micro
Drawbacks:
Netbooks are ideal fo on-the-go users who are not doing anything that nees a lot of horsepower. The keyboards are 80 to 90 percent smaller that those of standard laptop keyboards, and typically there are no CD or DVD drives.
Minggu pertama semester ini saya tidak kuliah sama sekali. Apa boleh buat, di saat mahasiswa yang lain mulai mengikuti kuliah saya sedang berada di luar negeri. Dan keberadaan saya di luar negeri ini juga bukan dalam rangka akademik tapi dalam rangka memperpanjang liburan. Hehe.
Sesuai dugaan, kuliah minggu pertama jarang sekali ada yang efektif. Biasanya perkenalan kuliah selama 30 menit selanjutnya kuliah dibubarkan. Atau ada juga mungkin dosen yang lupa jadwal kuliah. Dan pernah juga dosen membubarkan kuliah karena yang banyak mahasiswa yang tidak hadir gara-gara lupa jadwal kuliah. Memang tidak sedikit juga dosen yang perlu diberi rasa salut karena tetap menjalankan kuliah hari pertama dengan efektif.
Begitu sampai di Bandung, saya mencari-cari informasi tentang kuliah-kuliah yang sudah dijalankan. Meski banyak kuliah yang sesuai dugaan tersebu, ternyata sudah ada dua mata kuliah yang langsung memberikan tugas. Dan kedua tugas tersebut lumayan berat. Benar-benar panggilan untuk bangun dari suasana liburan.
Yosh, semangat!!

iPad
Baru2 ini ramai pembicaraan tentang produk Apple terbaru, iPad. Dengan ciri khas apple – interface yang memukau, iPad hadir dengan body yang super tipis (0,5 inch). Namun kalo kamu pengguna iPhone sebelumnya, maka kamu ga akan begitu terkejut ketika menggunakan iPad ini. Yap, iPad ini bisa dibilang iPhone berukuran besar (layarnya berukuran 9,7 inch dengan berat 1.5 pounds). Liat aja gambar perbandingan iPad vs iPhone berikut ini:

iPad vs iPhone
Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu catat sebelum membeli iPad
Banyak kelebihan dan kekurangan dari iPad yang bisa kamu pertimbangkan sebelum buru2 membeli. Mungkin ada baiknya nunggu versi berikutnya -yang bisa multitasking, teteeeep

dating
Kamu udah punya pacar? Yakin klo pacar kamu adalah “he’s the one”? Beberapa pasangan yang memang bener2 mantep pasti tidak akan ragu untuk menjawab, “tentu, pastinya, ya iyalah”. Tapi bagaimana dengan pasangan yang masih awal2 atau memiliki keraguan terhadap pasangannya. Biasanya mereka akan menjawab, “jalanin aja dulu, liat ntar deh, klo jodoh ga akan kemana ko”.
Naaah untuk yang masih ragu2, coba deh perhatiin tips berikut untuk tau sebenernya dia itu “the one” kamu apa bukan. Daripada nyesel belakangan, mending nyeselnya on time. 10 tanda berikut mengindikasikan bahwa dia kayanya bukan “the one” kamu deh
Kalo dia ngelanggar, kamu bakal marah besar dan ngancem putus. Kalo kamu bener2 terpaku sama kekurangannya dia itu, mungkin dia bukan seseorang yang kamu inginkan atau kamu belum siap untuk menjalin hubungan yang serius. Coba cari seseorang yang kekurangannya bener2 kamu bisa terima.
Cemburu kecil2an , okelah..tapi klo kamu udah mulai meng”hack” emailnya, atau kamu marah klo dia pergi trus kamu ga diajak, nnnahhh..ada yg salah tuh sama hubungan kalian. Tapi klo emg ada sesuatu dari dia yang bener2 buat kamu ga percaya, mungkin dia memang bukan jodoh kamu.
Berantem itu bagus lho sebenernya, karena klo kamu dan dia berantem dengan cara yang positif (apapula berantem positif, ya gitu lah pkknya) itu akan sangat bagus untuk memperbaiki hubungan kalian dan malah akan membuat kalian saling mengerti satu sama lain. Menghindari masalah ga sama lho dengan tidak punya masalah walaupun mungkin keliatannya mirip
Ketika kamu sedang sedih2nya, nangis ampe kamar kamu banjir, apakah kamu lebih memilih untuk berdiam di kamar mandi biar dia ga bisa liat kamu pas kamu lagi jelek? Ga boleh gituuu, Mr. Right should make you smile through your tears and be a calming, not stressful, presence.
Meskipun dia menarik, manis, dan sangat mencintai kamu, tapi dia kecanduan alkohol, judi, atau bahkan narkoba, jangan berpikir bahwa kamu bisa merubahnya. Useless bo. Kecanduan itu bisa diubah, tapi dia akan mengubahnya dengan caranya sendiri
Tanya sama diri kamu sendiri, apakah dia bener2 bakalan jadi orang tua yang hebat? Dia mapan ga? –Dalam artian dia bisa bertanggung jawab secara finansial (menafkahi) lho ya, bukan berarti kamu matre. Apakah dia bener2 bisa jadi mitra kamu nantinya? Jika kamu ragu, balik lagi bahwa dia mungkin bukan “the one”
Misalnya, kamu pengen punya anak, tapi dia ga karena dia pgn ngurusin badannya (eh maksudnya ngurusin bisnisnya). Kamu pengen selalu salat berjamaah bareng anak2, ternyata dia ateis. Kamu ga pernah punya pikiran klo kamu bakal pindah atau jauh dari kota kelahiran kamu, eh dia pengen tinggal di luar negeri. Perbedaan kecil memang mudah untuk di atasi, tapi tidak untuk perbedaan-perbedaan yang mendasar. Klo udah gitu, balik lagi ke kamunya. Bisa ga kamu berkompromi dengan perbedaan ini.
Dia sering menjelek2an kamu di depan temen2nya atau sering mengeluhkan tentang kamu di hadapan orang tuanya. Atau kamu menunjukkann mimik (pake i lho ya) ga seneng ketika dia ngomong sama kamu karena ada sesuatu yang buat kamu ga nyaman atau merasa malu. Suatu hubungan tanpa rasa respek satu sama lain ga akan mungkin bertahan
Keintiman fisik, percaya atau tidak, adalah salah satu komponen penting untuk menjaga hubungan yang romantis agar terus berlangsung.
Klo iya begitu, jangan abaikan. Dengarkanlah kata hatimu. Kamu mungkin asik2 aja pada tingkat yang dangkal. Tapi percaya deh, kata hati biasanya bener
ingatkah kalian tentang pertandingan final liga champion musim 2004-2005? tentang keyakinan para pemain liverpool bahwa mereka akan menjadi juara malam itu. tentang semangat pantang menyerah para pemain liverpool yang membuat mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah tertinggal 3-0 dulu di babak pertama. tentang kesetiaan para liverpudlian yang tetap mendukung meskipun tim sedang dibantai sehingga akhirnya dihadiahi kemenangan dramatis dari adu penalti.
atau yang terbaru, kisah salah satu pertandingan dari piala afrika pada tanggal 10 januari yang lalu. tentang angola vs mali. tentang angola yang sudah menang 4-0 sampai menit ke-79. tentang kegigihan para pemain mali yang akhirnya berhasil membuat skor pertandingan itu menjadi 4-4.
gmn? ingat ga? kisah nyata diatas sengaja saya ungkit karena saya melihat pada pertandingan minggu lalu (walaupun rada telat, yah lumayan telat banget juga si) banyak para pemain tim sepakbola hmif sekarang yang kurang semangat di lapangan. beberapa dari kalian sepertinya hanya mengharapkan teman kalian bersemangat, sedangkan dirinya sendiri tidak semangat dan cenderung membuang-buang bola. padahal babak pertama kalian baru ketinggalan 1-0.
kalian pasti kenal dengan park ji sung. walaupun dia bukan personil suju, dia adalah pemain timnas korea selatan dan manchester united. dia terlihat sangat gigih di setiap pertandingannya, seolah-olah dia rela walaupun sampai harus mati di lapangan. dia cepat, lincah, cekatan, cerdas, dan berkeringat. tapi berkeringatnya bukan karena lari asal-asalan, gerakannya tetap efektif dan efisien, makanya dia dikontrak man utd.
jadi kembali lagi, yang kurang dari kalian itu tu sebenarnya suman semangat dan keyakinan. kalo masalah skill, kalian itu sudah mumpuni laa di setiap lininya. percayalah. lha wong kalian masuk timnas kan diseleksi, bukan dilotre.
nah, tentang skill ini, ada sebuah kisah menarik lagi dari generasi gerbong emasnya timnas negara france (bahasa indonesianya france itu prancis apa perancis si?). pada piala dunia tahun 2002, saat itu france diperkuat oleh 3 striker terkenal. mereka adalah topskor di liga masing-masing. thierry henry topskor di liga inggris bersama arsenalnya, david trezeguet topskor di liga italia bersama juventusnya, serta djibril cisse topskor di liga france bersama auxerre. tapi apa yang terjadi pada mereka di piala dunia waktu itu? timnas france pulang dari piala dunia 2002 tanpa gol satu biji zarah pun! bahkan gol ke gawang sendiri pun tidak. tahukah kalian apa yang menyebabkan itu terjadi? tahu ga? nah, baguslah kalo sudah tahu. saya ga tahu sebenarnya, makanya itu nanya.
yasudahlah, cukup sekian saja kata pengantar dari saya. ini jam 4 harus ngumpulin dokumen ta ke tu. padahal masi ada beberapa revisi. tapi saya bangga pernah menjadi bagian dari timnas sepakbola hmif. saya bangga memakai kostumnya. saya saya ingin memberi dukungan pada timnas hmif meskipun hanya lewat tulisan.
ingat kata-kata kapten kita terdahulu, “ewa, ewi, ewu!” yang artinya kurang lebih begini: “walaupun kalah di awal, berjuang lagi dengan gigih, kemudian jadi juara!”
ayo semangat timnas sepakbola hmif!! push till the limit!!
untuk tuhan,
bangsa,
dan almamater,
merdeka!!!

Just a quick update. Today I’m in Singapore. I’ve been here for two days but it was almost for no fun at all. Unfortunately, I just got my foot strapped with a bandage and I have to walk with crutch. I injured my foot just when I’m having a vacation. Yeah, it’s lame, isn’t it?
I sprained my foot before I went to Singapore. And as you may know, unlike Jakarta or Bandung (or all other cities in Indonesia) the transportation in Singapore requires us to walk intensively. Actually my foot was not that hurting when I arrived at Singapore. But soon after I walked along the Orchard Road (and it was always a very long road), my foot became worse. I had to struggle a lot to reach the MRT station and then my friend’s place.
Here’s a story. After I reach to my friend’s place, we went to his dorm at NTU. The next day I went to the medical center there. When I got to meet the doctor, she read my short bio and saw that I’m from ITB. And she said, “Oh, so you study at Institut Teknologi Bandung? You must be smart.”. I was pretty sure that was a compliment but I said, “Well, I actually applied here but they rejected me after the interview”
And then after we talked about my injury, she told me a bit about her journey to Bandung. She asked me whether I knew a kind of jelly food originated from Bandung that made from leaves. It’s not pandan. She said the leaves was round unlike Pandan leaves. Do anyone of you know?
Few hours later, I went back to her after getting an X-Ray at Jurong Point Medical Center. (Actually, I’m wondering why they don’t have X-Ray facilities there at NTU). Thank Lord, I didn’t break my leg. It was actually a sprain. She told me to get a bandage for my foot. And there at the Nurse Room before treating my foot a Malay nurse read my report, “Hit a staircase at Penang before depart to Singapore”. She changed her language from English to Melayu assuming I’m also a Malay.
She said in Malay, “Oh you are from Penang”.
“Nope, I’m an Indonesian”, I replied in English.
“But Penang is in Malaysia”, she was a little bit annoyed changing back to English.
“I was having a vacation at Penang before I went here. But I’m from Indonesia”
“Oh, I see. And it’s most likely you hurt your leg before you came here. Singapore is a very safe country, you know”
Yeah, no doubt for that. After all it’s the safest country among all countries I’ve ever traveled to.
In short words, I didn’t enjoy my vacation that much. But there is always next time, right?
Hello again,
pada malam yang dingin ini saya mencoba mencari tahu apakah ada tools untuk video screen capture pada handheld blackberry, seperti video tutorial online yang mengcapture screen dari layar komputer. Dan ternyata saya menemukannya: BBScreenStream. Aplikasi ini akan merekam kegiatan di layar blackberry kita dalam bentuk video. Saya melakukan ini, sukur-sukur kesampaian untuk bisa mempublish posting2 tentang how-to dan panduan pemakaian blackberry untuk pemula
Tools ini cukup unik, sebenarnya aplikasi ini adalah aplikasi komputer, aplikasi windows tepatnya. Namun aplikasi ini merekam layar blackberry kita. Caranya? Gampang, tinggal menghubungkan saja blackberry kita ke komputer menggunakan kabel usb bawaan. Lalu BBScreenStream akan streaming layar blackberry dan kita bisa merekamnya, dalam berbagai macam bentuk format file (.mp4, atau .avi).
Ini adalah salah satu contoh hasil video capture, ceritanya saya ingin mengepost sesuatu ke plurk saya:
Satu kendala besar, saya belum menemukan cara untuk merekam video plus audionya sekaligus, jadi video demo ini masih tak ubahnya film bisu
Harus diperhatikan juga bahwa terdapat delay time dan sedikit lag, sehingga pada video ini beberapa kali terjadi typo, karena tingkat responsnya menjadi rendah.
Semoga ke depannya saya bisa menuliskan dan merekam beberapa panduan2 awal bagi pengguna blackberry. Saya bukanl expert di bidang ini, tapi hanya ingin mencoba untuk berbagi
